Home » » Akhir cerita PKL Gresik Kota Baru

Akhir cerita PKL Gresik Kota Baru

penertiban pkl di gresik
Beberapa hari ini ramai-ramai pengguna media sosial membahas di tertibkannya PKL(pedagang kaki lima) di wilayah kota gresik,tak terkecuali PKL di sepanjang jalan GKB(Gresik Kota Baru).pro dan kontra aksi penertiban ini,menyisakan komentar-komentar keras dari pengguna media sosial,khususnya facebook.hal ini mendorong saya untuk menulis sebuah cerita,AKHIR CERITA PKL GRESIK KOTA BARU.

✔ Kota Gresik merupakan kota yang berbasis Industri.hampir di semua wilayah kota ini telah berdiri industri-industri dengan berbagai macam hasil produksinya.mulai produksi baja,beton,mie instan,kopi instan,hingga produksi karyawan.kok bisa produksi karyawan?,ya bisa lah....kan banyaknya industri mendorong meningkatnya jumlah karyawan.hehehehehe....

Karena daya serap akan kebutuhan karyawan inilah yang membuat Kota Gresik menjadi destinasi para pencari kerja.tidak hanya warga domestik,tapi juga warga dari luar kota yang hampir dari seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.sejurus dengan hal tersebut,Gresik menjelma menjadi kota dengan peningkatan drastis jumlah populasi penduduknya.
Tapi,perlu di ketahui bahwa perbandingan antara penduduk asli dan pendatang berkisar antara 60 : 40.tentu perkiraan tersebut bisa menjadi jika di lihat saat hari raya Iedul Fithri tiba.kota ini menjadi sangat lengang akibat banyak pendatang yang mudik ke kampung halaman masing-masing.

Karena Gresik termasuk kota insustri,maka sebagian besar penduduknya pun berprofesi sebagai bagian dari perindustrian ini,yakni KARYAWAN.
Saya pribadi yang asli warga Gresik pun,saat ini berprofesi sebagai karyawan di salah satu perusaahan yang bergerak di bidang garmen.

Terus apa hubunganya dengan judul postingan di atas,"Akhir cerita PKL Gresik Kota Baru?.
Hehehehe.....sabar-sabar,kalau membaca tulisan saya,anda memang di tuntut untuk sabar.mengapa....?,karena selain panjang,tulisan saya juga terkesan amburadul,itu menurut beberapa orang pembaca sih,tapi bagi saya pribadi tidaklah demikian,bahkan malah sebaliknya,"SANGAT SEMPURNA"(PeDe sekali),hehehehehe......

Yang jelas tulisan ini nyambung dengan judulnya,kalau tidak,akhiri bacaan anda mulai dari sini.hehehehehe......

lanjut ke topik bahasan............

di atas sudah saya singgung bahwa profesi atau pekerjaan sebagian besar penduduk kota Gresik adalah karyawan.betul tidak?,mau tidak mau anda harus menjawab "BETUL".agar lebih yakin silahkan di cek lagi kata-kata yang sudah tertulis di atas.hehehehehe.....

Anda tentu tahu sendiri bahwa Jam kerja sebagai karyawan rata-rata adalah 8 jam setiap harinya,di kurangi 1 jam masa istirahat.jam kerja tersebut bisa saja bertambah jika perusahaan tempatnya bekerja meminta karyawanya untuk lembur.

Oleh sebab itu,sebagian besar pula malas untuk memenuhi kebutuhan konsumtifnya.semisal makanan dan minuman.dari sini permintaan akan makanan dan minuman instan pun meningkat.inilah yang menjadi faktor menjamurnya PKL di kota Wali ini.
Coba saja anda lihat di sekitaran wilayah kebomas,kanan kiri jalan berjejal PKL,bahkan sampai memakan bahu jalan sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas.macet kadang tak dapat terelakkan.

Begitu pula situasi yang terjadi di kawasan GKB.mulai gerbang masuk hingga keluar hampir tak sejengkal tanahpun yang tanpa di "hinggapi" PKL yang menjajahkan barang daganganya.apalagi saat bulan puasa menjelang maghrib tiba,jumlah PKL semakin meningkat berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah komsumen.PKL mendirikan lapaknya hingga mamakan bahu jalan dan konsumen yang datang pun sering parkir kendaraan tanpa aturan,wal hasil kemacetan tak terhindarkan.
Hal tersebut banyak memicuh keluhan-keluhan dari warga penghuni perumahan setempat,juga para pengguna jalan.

Memang kawasan GKB menjadi tempat favorit bagi PKL,khususnya di seputaran bundaran yang telah di sediakan taman wisata untuk tempat bersosialisasi keluarga.hal ini di identifikasi oleh PKL sebagai kesempatan mereka untuk mengais rizki di tempat ini.

Pemerintah kabupaten gresik sebenarnya sudah sering melakukan penertiban.hanya saja,penertiban tersebut hanya berlangsung sekitar tiga hari,dengan maksud agar kota gresik ini kembali mendapat penghargaan Adi Pura,setelah itu "kawanan" PKL pun kembali menyesaki bahu jalan.

Di lain sisi,keberadaan PKL sangat membantu penduduk setempat untuk memudahkan mereka memenuhi kebutuhan konsumsinya.tapi di sisi lain,tidak teraturnya para PKL membuat ketidak-nyamanan pengguna jalan saat melintas di kawasan ini.

Menanggapi keluhan-keluhan warga yang di sampaikan kepada pihak pemerintah.akhirnya peraturan daerah No.25 tahun 2014(tentang jalan umum) benar-benar di jalankan.pemerintah dengan satpol PP nya bertindak cepat dengan menertibkan PKL di hampir seluruh kota gresik.
Termasuk juga di kawasan GKB.
Karena penegakan perda tersebut.sekarang suasana GKB sepi dari PKL,jalanan tampak lengang.

Namun saya berharap penertiban ini benar-benar di dasari oleh keinginan pemerintah untuk memperbaiki tata ruang kota,bukan karena keberpihakan kepada kaum kapitalis yang di sinyalir mulai mewabah di kota ini.
Sinyal mewabahnya kaum kapitalis ini bukan tanpa dasar.lihat saja pengusaha dengan modal besar sudah banyak mendirikan bangunan-bangunan tempat untuk usahanya yang efeknya PKL terpinggirkan.salah satu contohnya,Mc Donalds yang berdiri di sekitar perempatan Kawasan Industri Gresik dan juga di Gresik Kota Baru.keberadaan mereka membuat para pelaku PKL terusir dari tempatnya mengais rizki.
Anda baru saja membaca : Akhir cerita PKL Gresik Kota Baru

Artikel Terkait

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment